My Review for “THE ESPRESSOLOGIST” by Kristina Springer.

Indonesian Coverx.2-12

Judul : The Espressologist.
Penulis : Kristina Springer.
Penerjemah : I Gusti Nyoman Ayu Sukerti.
Penyunting : Rina Wulandari.
Penerbit : Noura Books [Asli : Farrar Straus Giroux, New York.]
Tahun Terbit : January 2012.
Cetakan : Ke-1.
Halaman : 302 halaman.
ISBN : 978–602–9225–26–6.

The Espressologist karya Kristina Springer. Bercerita tentang kehidupan seorang barista dari kedai kopi Wired Joe’s yang bernama Jane Turner, yang pada awalnya suka mengamati para pelanggan yang datang untuk memesan kopi favorit mereka. Ia sering mencatat jenis kopi yang dipesan pelanggan beserta ciri — ciri dan karakteristik mereka di buku catatan kecilnya, sampai lama — kelamaan ia bisa menebak kopi apa yang akan dipesan pelanggan yang baru saja masuk ke kedai.

Suatu hari, Jane ingin melakukan sebuah eksperimen kecil. Ia ingin mencoba menjadi “makcomblang” yang menjodohkan orang — orang berdasarkan kopi favorit mereka. Jane menyebut ini sebagai Espressology. Dengan berbekal catatan yang ia punya, ia mulai menjodohkan pelanggan nomor satunya yang bernama Gavin, dengan teman Sarah yaitu Simone [Sarah itu temannya Jane sesama barista]. Jane mencocokkan karakter kopi favorit Gavin dengan karakter kopi favorit Simone, dan ternyata mereka cocok bahkan sampai jadian! Kemudian, Jane mulai menjadi makcomblang diantara teman — teman sesama baristanya sampai akhirnya Derek [manajer kedai], mendengar apa yang dilakukan oleh Jane. Dan ternyata, Derek malah berencana untuk menjadikan kegiatan espressologist Jane sebagai promosi liburan!

Promosi liburan sukses, banyak orang yang datang untuk mencari pasangan, host TV terkenal datang untuk mewawancarai Jane. Tapi Jane masih merasa bahwa kebahagiaannya belum lengkap, karena ia belum menemukan pasangan dari kopinya. Pasangan dari Nonfat Iced No Whip Mocha sedang menunggunya.

Novel “The Espressologist” karya Kristina Springer, adalah novel pertama yang saya baca hanya dalam waktu satu hari! Ceritanya sungguh ringan dan mengalir, tanpa ada sesuatu yang seperti dibuat — buat. Karakter dengan sifat yang berbeda — beda di dalamnya membuat ceritanya terasa hidup. Cara penulis menggambarkan seseorang, sesuatu, tempat, dan suasana, terasa mudah untuk dibayangkan. Novel ini membuat saya bisa tertawa dan menikmati tema perjodohan yang biasanya kurang saya minati. Karena dalam novel ini, tema perjodohan dikemas dengan plot yang benar — benar baru, bahasa yang ringan yang juga bisa memainkan perasaan pembaca, dan sesekali bisa mengocok perut.

Saya rasa, novel ini sangat pas untuk para pecinta kopi yang juga memiliki hobi membaca buku seperti saya ini. Akan sangat sesuai bila dibaca perlahan [ya, walaupun ternyata saya membacanya hanya dalam waktu satu hari karena kurang kerjaan di rumah], sambil duduk di kedai kopi yang tenang, dan ditemani secangkir cappuccino hangat. Hmmm… Suasana yang tercipta akan terasa sangat yummy! ^^V

Advertisements

CLOSING PART OF ANYTHING ABOUT PSYCOPATH!

Pembunuhan sering terjadi karena si korban melakukan perlawanan, atau terkadang sering terjadi karena tidak ada cara lain untuk menghilangkan jejak criminal yang dilakukan oleh tersangka. Pembunuhan seperti ini biasanya dapat disebut pembunuhan biasa saja. Karena pembunuh biasa hanya dilakukan sekali saja dan biasanya tersangka punya motif atau alasan kenapa melakukan hal tersebut dan ia dapat mengatakan kata “menyesal” dan mengetahui kalau apa yang di lakukannya salah.

Beda hal nya dengan pembunuhan berantai :

Pada umumnya pembunuhan berantai mengalami penyiksaan di masa kecilnya dan ketika dewasa cenderung tergantung pada narkoba dan alcohol.Kebanyakan pembunuh berantai sadis dalam perilaku seksual.

Tersangka sering memilih-milih korban yang akan di bunuh.

Sedangkan mutilasi ,umumnya membunuh orang dengan cara memotong-motong bagian tubuh korban, terkadang karena motif ingin menutupi jejak/ menghilangkan jejak agar tindakannya tidak ketahuan.
Beda lagi dengan psikopat, yang merupakan gabungan dari ketiganya.

Bila seorang penjahat dalam aksi kriminalnya dilakukan dengan keji, kejam dan tak berperikemanusian maka orang pasti akan memvonis sebagai psikopat. Tetapi sebenarnya tidak semua pembunuh adalah psikopat dan tidak semua psikopat pembunuh. Sebenarnya lebih banyak lagi psikopat yang berkeliaran dan hidup di tengah-tengah masyarakat, bukan sebagai pelaku kriminal. Selama ini mungkin tidak disadari psikopat ada di sekitar kita. Apakah tetangga, teman kerja atau bahkan pasangan serta anggota keluarga mengalaminya. Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati, dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada kecurigaan psikopat layak diberikan.

Psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial.

Entah sampai kapan dia menyatakan diri nya benar? Entah sampai kapan dia sadar bahwa dia salah. Yang jelas apa yang dia lakukan sekarang adalah benar. Yang jelas apa yang di lakukan nya tidak menyalahi norma 2x sosial nya karena dia merasa sebagai “korban”dari apa yang orang lakukan terhadap nya dan dia hanya merespond dari apa yang “menurut nya” orang lakukan kepada nya tanpa mau tau bahwa banyak orang tersakiti atas apa yang dia perbuat. Dan yang lebih hebat lagi pelaku biasa nya menjadi orang yang baik baik saja di masyarakat sosial nya. Dia mempunyai record yang bagus di masyarakat, dari pendiam, ga banyak gaya, ga banyak tingkah. Ternyata benar ungkapan

DON’T JUDGE THE BOOK FROM THE COVER”
jangan pernah menilai org dari penampilannya saja. Kadang kita bisa tertipu dengan semua itu. Hati manusia ga ada yang pernah tau.

Hanya Allah yang tau semua hati manusia.

**********

SUMBER SUMBER :

DAFTAR PUSTAKA :

  • Aries Kelana. Orang Gila Tanpa Gangguan Mental. Available from: URL:http://www.gatra.com/2006-01 30/versi_cetak.php?id=91810.

  • Oebit, Tjut Meura salma, dr.Sp.Kj. Mengapa Seseorang menjadi Psikopat.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

  • Sarwono, Sarlito Wirawan,Prof. Dr.; Antara Psikopat Dan Sosiopat: Kajian Dalam Jurnal-Jurnal Barat. Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

  • Tutut, Lestari, Yadi; Psikopat Monster Berwajah Malaikat. Majalah Kesehatan Keluarga DOKTER KITA 2006 Jan- Ed1. 2006.

  • Tutut, Lestari, Yadi; Ciri Psikopat. Majalah Kesehatan Keluarga DOKTER KITA 2006 Jan- Ed1. 2006.

  • Maslim, Rusdi, dr.Sp.KJ. Deteksi Psikopat dengan Tes MMPI-Indonesia .Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

  • Anuz, Husein, dr.Sp.KJ. Psikopat Dalam Keluarga.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

  • C. Peter; W. Bennett Jonathan Brostoff. The Health of Criminals Related to Behaviour, Food, Allergy and Nutrition: A Controlled Study of 100 Persistent Young Offenders.Journal of Nutritional & Environmental Medicine, Volume 7, Issue 4 December 1997 , 359 – 366

  • Fazel S, Danesh J. Serious mental disorder in 23000 prisoners: a systematic review of 62 surveys. Lancet. Feb 16 2002;359(9306):545-50.

  • Novak B, McDermott BE, Scott CL, Guillory S. Sex offenders and insanity: an examination of 42 individuals found not guilty by reason of insanity. J Am Acad Psychiatry Law. 2007;35(4):444-50.

  • Stanley B, Molcho A, Stanley M, Winchel R, Gameroff MJ, Parsons B, et al. Association of aggressive behavior with altered serotonergic function in patients who are not suicidal. Am J Psychiatry. Apr 2000;157(4):609-14.

  • Bloom JD, Wilson WH. Offenders with schizophrenia. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, Eds. Violence, Crime & Mentally Disordered Offenders: Concepts & Methods in Effective Treatment & Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley & Sons; 2000:113-30.

  • Briken P, Habermann N, Kafka MP, Berner W, Hill A. The paraphilia-related disorders: an investigation of the relevance of the concept in sexual murderers. J Forensic Sci. May 2006;51(3):683-8.

  • Buckley PF. Pharmacologic options for treating schizophrenia with violent behavior. Supplement to Psychiatric Times. Oct 2004;1-8.

  • Burke H, Hart SD. Personality disordered offenders: conceptualization, assessment and diagnosis of personality disorder. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, eds. Violence, Crime & Mentally Disordered Offenders: Concepts & Methods in Effective Treatment & Prevention, Series. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000.

  • Eaves D, Tien G, Wilson D. Offenders with major affective disorders. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, crime and mentally disordered offenders: concepts and methods in effective treatment and prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York: John Wiley and Sons; 2000:131-52.

  • Hales RE, Yudofsky SC. Essentials of Clinical Neuropsychiatry. 4th ed. Washington DC: American Psychiatric Press; 2003.

  • Kendler KS. Reflections on the relationship between psychiatric genetics and psychiatric nosology. Am J Psychiatry. Jul 2006;163(7):1138-46.

  • Kolko DJ. Efficacy of cognitive-behavioral treatment and fire safety education for children who set fires: initial and follow-up outcomes. J Child Psychol Psychiatry. Mar 2001;42(3):359-69.

  • Nedopil N. Offenders with brain damage. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention. Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000:39-62.

  • Rosenbaum JF, Arena GW, Hyman SE, et al. Handbook of Psychiatric Medication Treatment. 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams, and Wilkins; 2005.

  • Tardiff K. Concise Guide to Assessment and Management of Violent Patients. 2nd ed. Washington DC: American Psychiatric

  • Tiihonen J. Pharmacological treatment for personality disordered offenders. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000.

  • Wong S. Psychopathic offenders. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000:87-112.

  • Majalah Gatra edisi Februari 2006. Laporan Utama. Orang Gila Tanpa Gangguan Mental.

  • Majalah Gatra edisi Februari 2006. Bagaimana Menghadapi Psikopat?

  • Majalah Gatra Februari 2006. Logika Jahat Benak Rusak.

Gimana, guys? Puas banget,kan??Lengkap pooooollll, kan?

Tunggu post-post admin yang lainnya, OK!! ^^

Don’t forget to comment and share! And, Have A Nice Trip!!

Kenali Gejala Psycopath! Cara Bicara Psycopath, Cara Menghindari, dan Memutuskan Ikatan Cinta dengan Psycopath

Lanjutan dari post sebelumnya…..

HASIL BROWSING YANG LAIN TENTANG PSIKOPAT :

  1. PSIKOPAT BISA DIKENALI DARI CARA BICARANYA !

Jakarta, Semua psikopat mungkin tidak sama, tetapi memiliki pola bicara yang sama ketika menceritakan kejahatannya. Ketika menceritakan kejahatannya, psikopat tidak memiliki emosi dan membicarakan sebab-akibat.

Psikopat adalah orang yang mengalami gangguan kepribadian yang ditandai dengan tidak adanya prinsip moral, emosional dan ketidakmampuan untuk menampilkan perilaku normal.

Psikopat cenderung memfokuskan perhatiannya pada kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan uang daripada kebutuhan sosial seperti keluarga atau agama. Bahkan selama diwawancarai, kebanyakan psikopat menceritakan apa yang ia makan di hari ia melakukan kejahatan.

Peneliti di Cornell University menggunakan perangkat lunak untuk menganalisa pola bicara dari 52 orang yang dihukum karena pembunuhan. 14 orang di antaranya memenuhi syarat sebagai seorang psikopat karena mampu merinci kejahatannya. Hasilnya, ke-14 psikopat tersebut memiliki kualitas bicara yang sama.

Dibandingkan dengan 38 orang pembunuh lainnya yang dihukum, dalam sampel penelitian, psikopat cenderung menggunakan kata-kata seperti ‘karena’ atau ‘sehingga’ untuk menyiratkan bahwa kejahatannya merupakan tujuan yang harus dicapai.

Psikopat juga lebih sering bergumam yang diindikasikan oleh peneliti sebagai upaya untuk menyiratkan kesulitan menceritakan kembali kejahatannya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikopat beroperasi pada tingkat primitif namun rasional. Seorang peneliti ingat bagaimana psikopat membuat wawancara menjadi menarik karena kecerdikan dan sifat manipulatifnya yang alami.

“Sulit dipercaya. Anda bisa menghabiskan dua atau tiga jam dan merasa seperti terhipnotis,” kata Michael Woodworth, penulis penelitian dan profesor psikologi yang mengkhususkan diri dalam psikopatologi seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (27/10/2011).

Baru-baru ini, sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa para bos empat kali lebih mungkin dikategorikan sebagai psikopat daripada populasi umum. Temuan itu dilaporkan dalam buku berjudul ‘Snakes in Suits: When Psychopaths Go to Work’. Namun jumlah bos psikopat ini masih rendah, yaitu 4 persen dari keseluruhan bos. Dalam kajian ini, sebanyak 1 persen dari populasi umum memiliki kecenderungan psikopat.

Korban-korban mereka juga bukanlah orang yang cenderung bodoh, dalam buku without conscience, Robert Hare, seorang yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk studi tentang psikopat, menyebutkan bahwa dirinya yang merupakan seorang psikolog pernah menjadi korban dari teror seorang psikopat saat dirinya sedang bertugas sebagai psikolog di penjara. Hal tersebut dilakukan oleh seorang napi yang menjadi pasiennya.

Kemampuan psikopat dalam memanipulasi korban cenderung sangat lihai dan sulit untuk terdeteksi. Memang ada banyak psikopat yang sudah ditangkap dengan berbagai macam kasus mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, kekerasan, dan berbagai bentuk tindak antisosial lainnya, namun diluar sana ternyata  80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber: without conscience- Robert Hare).

Para psikopat memang sulit untuk diperkirakan dan juga tidak mudah untuk ditebak tindak-tanduknya, berbeda dengan jenis penyakit kejiwaan lain seperti skizofrenia yang cenderung terlihat dengan jelas ciri-cirinya pada seorang penderita seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami waham, halusinasi. Sedangkan para psikopat, mereka terlihat baik dan normal sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat bahkan hingga dilapisan tingkat sosial yang paling tinggi sekalipun seperti menduduki suatu jabatan penting dalam pemerintahan.

Dalam sebuah Surat kabar online (Tempo Interactive : Psikopat disebabkan Masalah Psikososial dan Biologis) menyebutkan bahwa psikopat disebabkan oleh masalah psikososial dan biologis. Dalam artikel tersebut seorang psikiater, Dr. Limas Sutanto, mengatakan bahwa psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk mentaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari.

Wajar jika seseorang khilaf, melakukan kesalahan dan pelanggaran, lalu setelah itu insyaf, menyadari kesalahannya dan menyesal. Tetapi didalam diri seorang psikopat selalu ditemui khilaf saja tanpa pernah insyaf. Mereka selalu kambuh untuk melakukan kesalahan yang sama dan diulang-ulang tanpa pernah belajar dari apa yang pernah mereka alami. Sebagai contoh kebanyakan dari para residivis kambuhan merupakan individu dengan kepribadian psikopat karena mereka tidak pernah kapok ditangkap serta keluar-masuk penjara.

Psikopat bersikap manipulatif serta penuh dengan daya pikat. Hal ini ditunjang oleh kemampuan mereka dalam menemukan titik lemah dalam kepribadian korbannya, yang dengannya mereka dapat memanipulasi korbannya agar dapat diperlakukan sesuai dengan kehendak mereka. Mereka tidak memiliki empati, buta secara emosi dan hanya mengandalkan pikiran murni. Mereka cacat secara moral, cacat karena tidak memiliki mata hati dan kepekaan dalam emosi.

Dalam hal emosi seorang psikopat diibaratkan seperti manusia yang buta warna sedang mengendarai mobil dijalan dan kemudian bertemu dengan lampu merah, mungkin ia mampu mengetahui dimana letak lampu hijau, kuning atau merah walaupun ia tidak mengetahui apa warnanya. Letak lampu untuk mewakili pikiran dan warna lampu mewakili emosi, dengan kata lain mereka adalah pribadi yang tidak mampu merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korbannya. Mereka tidak bisa mencerna nada emosi dalam suatu pembicaraan, sehingga setiap kata apa yang mereka dengar selalu serupa dengan artian kamus yang dangkal.

Seseorang psikopat cenderung sangat sulit untuk bisa disembuhkan bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil untuk bisa dilakukan. Walaupun ada yang pernah memberikan terapi kelompok dalam menyelesaikan masalah ini, ternyata hal tersebut dapat dikatakan sia-sia, bahkan membuat mereka menjadi semakin berbahaya dikarenakan mereka mempelajari trik-trik baru dalam bersosial melalui terapi kelompok yang diberikan.

Yang menjadi kekuatan psikopat terhadap korbannya adalah dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan, entah itu rasa percaya diri, harga diri, dan juga kelemahan-kelemahan lain yang terdapat dalam diri korban, mereka memanfaatkannya untuk dapat mengendalikan korban secara fisik dan mental, sehingga korban merasa hancur dan putus asa dalam menjalani kehidupannya tanpa disadari.

Cara yang terbaik untuk mensikapi hal ini adalah dengan pengenalan diri yang baik pada diri calon korban, ketika seseorang mengetahui apa saja titik lemah yang ada dalam kepribadiannya maka ia dapat mewaspadai setiap usaha psikopat untuk mengambil keuntungan darinya. Mungkin mereka datang dengan berbagai macam cara yang telah mereka manipulasi dan palsukan, namun jika seseorang lebih mengenal siapa dirinya dan ditunjang dengan kekuatan mental yang baik  maka para psikopat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kejahatan terhadap sang calon korban. Tetaplah waspada.

  1. TIPS MENGHADAPI PSIKOPAT.

Mungkin saja Anda sedang bernasib sial karena harus mengenal atau mungkin dekat dengan seseorang yang memiliki ciri seorang psikopat. Lantas jika demikian, apa yang harus Anda lakukan guna melindungi diri Anda tanpa mengundang curiga? Berikut ini tipsnya:

  1. Jangan Menjalin Hubungan yang Terlalu Akrab.

Mengapa demikian? Karena psikopat bisa saja memanfaatkan kebaikan dan niat tulus Anda untuk bersahabat dengan mereka. Para psikopat umumnya mendekati orang-orang yang dirasa lemah dan mudah untuk ditipu.

  1. Jangan Terpancing Emosi.

Kerapkali para psikopat melakukan hal yang tidak menyenangkan bagi Anda, tetapi mereka tetap memasang wajah innocent dan dapat tersenyum lebar pada Anda.

Ketahuilah bahwa psikopat tidak memiliki rasa bersalah dan sulit mengendalikan emosi. Tahan emosi Anda dan menghindari perkelahian dengan psikopat adalah jalan keluar terbaik.

  1. Cari Kesibukan Lain.

Bila Anda sudah terlanjur menjalin hubungan dengan seseorang dan kemudian ingin menghindar setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang psikopat, carilah kesibukan lain guna mengurangi waktu Anda bersamanya. Carilah teman baru, berpura-puralah bekerja atau ke toilet.

  1. Gunakan cara halus untuk menolak dan menjauhi mereka.

Jangan menjauhi mereka secara ekstrem dan blak-blakan karena akan membuat mereka sangat marah. Menjauhlah perlahan, sedikit demi sedikit. Gunakan bahasa yang halus dan seperti biasanya untuk menghindari kecurigaan.

  1. PUTUS DENGAN PACAR PSIKOPAT.

Mengakhiri tali asmara dari pasangan yang psikopat memang tidak mudah. Tak dimungkiri ciri-ciri pasangan seperti itu selalu ada di sekitar kita. Seorang psikopat biasanya memiliki perilaku yang tidak menyenangkan, temperamen tinggi, egois dan sering memperlakukan orang lain bak boneka mainannya.

Jika Anda salah satu dari banyak orang yang saat ini mencoba melepaskan diri dari hubungan seperti ini, percayalah, Anda tidak sendirian. Di sekitar Anda pun masih banyak yang mengalami hal serupa. Karenanya, merupakan sebuah keputusan bijak keluar dari “permainan” yang bisa membuat Anda merasa tertekan seumur hidup.

Sejumlah penelitian menunjukkan, psikopat lebih suka menyiksa pasangan daripada membunuhnya. Dari sekian banyak pembunuhan dalam rumah tangga, hanya 2% yang pelakunya benar-benar seorang psikopat. Para psikopat umumnya tidak menyesal setelah melakukan aksinya. Hanya sedikit psikopat yang menyesal lalu memutuskan bunuh diri. Dari 2% psikopat yang melakukan pembunuhan, seperempatnya melakukan bunuh diri.

Berbagai kendala bisa semakin mempersulit Anda berpisah dengannya. Tapi untuk mengakhiri hubungan dari kekasih psikopat, Anda bisa menyimak artikel yang dirangkum Askmen berikut:

  1. Putus di tempat umum.

Cara termudah untuk mengakhiri hubungan dengan seorang psikopat adalah memutuskan hubungan di tempat umum. Kenapa? Karena dengan bertemu di depan publik, Anda akan merasa dapat meninggalkan mimpi buruk yang selama ini menghantui hidup Anda.

Untuk itu, mintalah pasangan menjemput Anda di kafe, dan jangan lupa untuk membawa barang-barang pemberiannya dan simpan dengan baik di dalam tas Anda. Semakin banyak orang yang hadir di sana, maka akan semakin kecil kemungkinan bagi si dia membuat keributan, karena hal ini juga hanya akan mempermalukan dirinya.

Namun, di awal perjumpaan tetaplah menyapa pasangan dengan ramah, bersikap tenang, dan manis. Jangan biarkan diri Anda larut dalam tangisan dan kesedihannya. Anda pun harus ingat selama ini Anda telah bersabar memberikan waktu kepadanya untuk mengubah diri, namun perubahan besar tak kunjung ditunjukkannya.

  1. Ubah password e-mail Anda.

Mungkin selama ini pasangan terlalu over protective dan begitu leluasa mengetahui seluruh kehidupan pribadi Anda. Demi melindungi diri Anda sendiri, mulailah mengubah password e-mail Anda dan situs jejaring sosial milik Anda. 

Ubah password tersebut sebelum Anda berpisah darinya, ini akan mencegah si dia menyabotase semuanya. Jangan lupa untuk mengubah status profil Anda menjadi single, dan pastikan menghapus namanya dari memori telepon Anda atau situs jaringan sosial milik Anda, ini juga sangat membantu Anda untuk mencegah si dia melecehkan Anda nantinya.

  1. Ubah rutinitas Anda setiap hari

Seorang psikopat yang baik pasti tahu rutinitas pasangannya sehari-hari, dan apa saja yang Anda kerjakan. Dia tahu kapan Anda bekerja, kapan Anda makan siang, jam berapa Anda ada di rumah, bahkan kegiatan Anda esok hari. Singkatnya, pasangan jadi hobi menguntit Anda dan merencanakan mengganggu kehidupan Anda.

Untuk menghindari hal ini, mulailah mengubah jadwal Anda sebanyak mungkin. Bahkan, jika Anda harus kehilangan jam istirahat makan siang Anda selama beberapa hari. Dengan begitu, Anda akan menemukan alternatif yang menyenangkan dan tak berjumpa dengannya lagi. 

Selama beberapa minggu setelah putus darinya, jika Anda memiliki waktu senggang, cobalah mengunjungi tempat hiburan yang baru sampai Anda yakin bahwa Anda tak akan lagi bertemu dengannya.

  1. KENALI GEJALA PSIKOPAT.

Kenali Gejala Psikopat, Bisa Jadi Ada di Sekitar Kita….

DOKTOR John Clarke, doktor di bidang psikologi dari University of Sydney, Australia, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal, sadar bahwa mungkin ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia. “Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Setelah selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata “Anda baru saja menggambarkan bos saya,” katanya kepada kantor berita Jerman (DPA).

Clarke juga penulis buku The Pocket Pscyho yang berisikan panduan singkat bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional menyatakan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah thriller. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kerjanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.

Para psikopat bersembunyi melalui berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi, mengorbankan, dan menghancurkan rekan kerja. Semuanya dilakukan tanpa rasa bersalah maupun penyesalan. Lebih dalam lagi, ia menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, karena kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus, dan kenaikan upah.

Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status, dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras- kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.

Ada perbedaan antara kepribadian psikopat dan perilaku antisosial. Perbedaan itu ditunjukkan oleh intensitasnya. Psikopat berlangsung terus-menerus, dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sedangkan perilaku antisosial hanya ditunjukkan pada momen-momen tertentu. Penderita psikopat biasanya laki-laki, tetapi tidak menutup kemungkinan diderita oleh kaum perempuan.

Banyak reaksi timbul di masyarakat akibat ketidaktahuan tentang penyembuhan psikopat. Masyarakat mencoba melindungi diri melalui hukum perundang-undangan. Di Belanda, Undang-Undang Antipsikopat diluncurkan dua kali pada abad ke-20 dan di tahun 2002. Demikian pula di Amerika Serikat, hukum antipsikopat dimulai tahun 1930-an yang ditujukan pada Sex Offenders. (Dadang Gusyana, S.Si. & Irna Safira Inayah, S.Si.)

Sekian untuk part ini, tunggu post selanjutnya!! ^^

Don’t forget to comment and share! And, Have A Nice Trip!!

ANYTHING ABOUT PSYCOPATH 3, Penyebab dan Penanganan Psycopath

Lanjutan dari post sebelumnya…..

PENYEBAB PSIKOPAT

  1. Hasil Browsing 1 :

  • Sama seperti definisi dan ruang lingkup, tidak berbicara jelas tentang faktor-faktor penyebab kelainan kepribadian yang bernama psikopat ini. Sampai saat ini, banyak penelitian yang mendukung berbagai aspek penyebab kelainan ini antara lain :

  1. Kelainan di otak.

Hubungan antara gejala Psikopat dengan kelainan sistem serotonin, kelainan struktural (“…decreased prefrontal grey matter, decreased posterior hippocampal volume and increased callosal white matter) dan kelainan fungsional (… dysfunction of particular frontal and temporal lobe) otak. (Pridmore, Chambers & McArthur 2005).

  1. Lingkungan.

Mereka yang berkepribadian psikopat memiliki latar belakang masa kecil yang tidak memberi peluang untuk perkembangan emosinya secara optimal. (Kirkman, 2002).

  1. Kepribadian sendiri.

Adanya korelasi antara perilaku orang-orang dengan sindrom psikopat, dengan skor yang tinggi dalam tes kepribadian Revised NEO Personality Inventory (NEO-P-I-R,1992). (Miller & Lynam, 2003).

Selain beberapa penelitian diatas masih banyak lagi penelitian tentang etiologi psikopat. Sebagian besar psikolog dan psikiater masih berpegang pada faktor lingkungan dalam timbulnya kepribadian psikopat ini.

  1. Hasil Browsing 2 :

  • Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab psikopat. Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti. Teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas bagian otak di daerah prefrontal grey matter dan penurunan volume otak di bagian “posterior hippocampal” dan peningkatan intensitas otak bagian “callosal white matter”. Teori lain adalah gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.

  • Mungkin tidak terdapat kerusakan otak sebagai penyebab psikopatik. Tetapi terdapat anomali dalam cara psikopat memproses informasi. Dalam penelitian menggunakan MRI melalui pengenalan gambar-gambar kasus bunuh diri yang tidak menyeramkan. Pada orang non-psikopat terlihat banyak sekali aktivasi di amigdala sedangkan pada psikopat tidak ada perbedaan sama sekali. Namun ada peningkatan aktivitas di area lain pada otak yaitu area ekstra-limbik. Tampaknya psikopat menganalisis materi emosional di area otak tersebut.

  • Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat. Stres atau tekanan hidup yang besar bisa pula merubah perilaku seseorang menjadi brutal. Namun bila sifatnya sementara, karena ada pemicu yang masuk akal, maka tidak bisa dikatakan psikopat. Ciri psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak kanak-kanak melalui berbagai perilaku yang tidak biasa. Perilaku antisosial pada anak-anak ternyata merupakan warisan genetik. Penelitian terhadap anak-anak kembar menunjukkan, anak menunjukkan kecenderungan psikopatik dini. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 3.687 pasang anak kembar berusia tujuh tahun.

  1. Hasil Browsing 3 :

  • Beberapa penelitian faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Tetapi kebanyakan orang-orang berisiko biasanya memasuki lingkungan yang sama yang berpotensi terjadinya kejahatan tersebut. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan criminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya.

  • Di samping lingkungan biologis, salah satunya yang saat ini banyak diteliti adalah pola makan apakah berpengaruh terhadap tindak kriminal tersebut. Adanya penelitian yang dilakukan Peter C dkk tahun 1997 cukup mengejutkan. Didapatkan kaitan diet, alergi makanan, intoleransi makanan dan perilaku kriminal di usia muda cukup menjadi informasi dan fakta ilmiah yang menarik dan sangat penting, Meskipun demikian masih belum dapat dijelaskan mengapa beberapa faktor tersebut berkaitan. Terdapat beberapa faktor resiko untuk terjadi tindak kekerasan dan kriminal tersebut seperti agresifitas, emosi, impulsifitas, hiperaktif, gangguan tidur dan sebagainya. Ternyata banyak faktor resiko tersebut juga terjadi pada penderita alergi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, impulsifitas hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD.

  • Bila faktor genetik, gangguan fungsi otak, dan diikuti oleh lingkungan fisik, biologis dan sosial yang negatif maka tindak kriminal pada penderita psikopat lebih gampang terjadi. Sehingga sangatlah penting untuk mengetahui faktor resiko dan gangguan perilaku pada usia anak untuk dilakukan pencegahan sejak dini.

  1. Hasil Browsing 4 :

  • Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Chicago, dinyatakan bahwa seseorang dapat menjadi psikopat karena mengalami kerusakan komunikasi syaraf ke otak terutama pada bagian yang memproses empati dan kasih sayang.

  • Penelitian dilakukan terhadap 80 orang tahanan berusia 18-50 tahun yang memiliki ciri seorang psikopat. Para tahanan diperlihatkan video berisi adegan kekerasan dan pembunuhan sementara otak mereka dipindai menggunakan alat. Hasil dari pemindaian itu pun menunjukkan minimnya aktivitas otak pada bagian amigdala yang berfungsi mengolah emosi seperti rasa takut, marah dan senang. Oleh sebab itu banyak sekali psikopat yang mampu membunuh dengan cara sadis tanpa rasa bersalah.

  1. Hasil Browsing 5 :

  • Psikopat menjadi subjek pada debat Nature v Nurture, seperti halnya dengan Skizofrenia dan Bipolar. Beberapa orang mengatakan psikopat dilahirkan. Yang lain mengatakan mereka terbentuk. Ada juga yang dilahirkan dengan kondisi tersebut. Itu hampir pasti.

  • Beberapa orang memiliki latar belakang mengerikan dan menjadi subjek pada pelecehan anak paling mengerikan, tetapi belum dewasa, berkembang atau dikembangkan menjadi psikopat.

  • Beberapa orang telah dibesarkan dalam lingkungan penuh cinta dan menyenangkan dan menjadi psikopat. Namun, seorang individu yang dibesarkan dengan latar belakang pertama lebih mungkin untuk menjadi psikopat.

  • Tes psikologi tampaknya membuktikan hipotesis alam di atas argumen pengasuhan. Psikopat biasanya tidak memiliki respon fisiologis yang sama terhadap ketakutan yang membatasi perilaku orang normal, seperti denyut jantung yang cepat, berkeringat, mulut kering, gemetaran dan ketegangan otot.

  • Psikopat tidak memiliki respon fisiologis terhadap kata-kata emosional, seperti “cinta,” menunjukkan bahwa mereka memproses rangsangan emosional dengan cara berbeda. Studi menunjukkan bahwa anak-anak adopsi dapat mewarisi ciri-ciri psikopat dari orang tua psikopat bahkan ketika mereka dibesarkan oleh orangtua yang berbeda.

  • Para peneliti telah menemukan adanya perbedaan di hippocampus dan corpus callosum dalam otak seorang psikopat. Hal ini diyakini bahwa hippocampus dari psikopat sering tidak proporsional dan sisi kanan hippocampus jauh lebih besar dari kiri.

  • Corpus callosum orang tersebut cenderung lebih besar dan lebih panjang daripada rata-rata. Kecepatan di mana seorang psikopat mentransfer informasi melalui corpus callosum jauh lebih cepat dari biasanya. Hal ini diduga mengarah ke tidak adanya penyesalan secara umum dan emosi secara keseluruhan.

  1. Hasil Browsing 6 :

  • Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis. Faktor psikososial diantaranya berbentuk rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia yang berakibat munculnya perasaan cemas, takut dan khawatir secara berlebihan. Sedangkan dari faktor biologis terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego, katanya.

  • Namun pendapat bahwa psikopat ditentukan oleh dua faktor yang saling menunjang   kurang disetujui oleh Robert Hare, dimana didalam buku without conscience beliau mengatakan bahwa penyebab dari kemunculan psikopat masih belum bisa diprediksi secara pasti, apakah hal tersebut merupakan pengaruh dari faktor eksternal (kehidupan sosial, lingkungan) ataukah faktor internal (genetik, kerusakan fungsi otak), mungkin juga campuran dari keduanya. Walau kini sudah banyak ahli yang menyetujui (dengan pengamatan yang mendalam tentunya) bahwa faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi dalam menjadi penyebab munculnya pribadi psikopat.

PENANGANAN PSIKOPAT

  1. Hasil Browsing 1 :

  • Orang yang menderita cedera pada bagian depan otak (frontal) telah diketahui memiliki kesulitan untuk menunjukkan empati, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang didiagnosis sebagai psikopat juga memiliki kekurangan emosi yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa psikopat dapat mengambil manfaat dari terapi serupa dengan yang digunakan untuk mengobati pasien yang mengalami cedera otak frontal, kata para peneliti di University of Haifa di Israel.

  • Penelitian ini melibatkan 17 orang yang telah didiagnosis psikotik dan tidak memiliki kerusakan otak, bersama dengan 25 pasien dengan cedera otak lobus frontal. Semua peserta diuji untuk menentukan kemampuan mereka menunjukkan empati dan semua dari mereka menunjukkan kesulitan yang sama di daerah ini.

  • Dengan melihat perilaku psikopat sama dengan orang yang mengalami kerusakan otak, bisa jadi mereka mendapatkan manfaat pengobatan yang sama,” kata penulis studi, Dr. Simone Shamay-Tsoory.

  1. Hasil Browsing 2 :

  • Sebagai kelainan kepribadian yang belum bisa dipastikan penyebabnya, Psikopat belum bisa dipastikan bisa disembuhkan atau tidak. Perawatan terhadap penderita psikopat menurut pengamatan Hare, bukan saja tidak menyembuhkan, melainkan justru menambah parah gejalanya, karena psikopat yang bersangkutan bisa semakin canggih dalam memanipulasi perilakunya yang merugikan orang lain. Beberapa hal, kata Hare akan membaik sendiri dengan bertambahnya usia, misalnya energi yang tidak sebesar waktu muda.

  • Menurut Tieneke, perilaku psikopatik biasanya muncul dan berkembang pada masa dewasa, mencapai puncak di usia 40 tahun-an, mengalami fase plateau sekitar usia 50 tahun-an lantas perlahan memudar“Psikopat juga bisa disebabkan kesalahan pola asuh.” Tambahnya. Saran Tieneke, “Waspadai anak yang pemarah, suka berkelahi dan melawan, melanggar aturan merusak, dan bengis terhadap hewan serta anak yang lebih kecil”.

  • Di sisi lain, Kirkman (2002) yang percaya bahwa psikopat terbentuk karena salah asuh pada masa kecil, berpendapat bahwa Psikopat bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan asuhan yang tepat sehingga meminimalkan resiko individu kekurangan afeksi pada masa kecilnya.

  • Indikasi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dapat disebabkan karena kepribadian Psikopat ternyata mungkin. Menurut Dr. Husein Anuz Sp.KJ, “Ayah yang Psikopat cenderung memberikan anak yang psikopat juga.” Ini menunjukkan besarnya peran faktor lingkungan. Biasanya Anak akan meniru apa yang dilakukan Orang Tua-nya, jadi tidak heran kasus KDRT rata-rata disebabkan karena apa yang mereka perbuat kepada keluarganya saat ini seperti apa yang orang tua mereka dulu perbuat terhadap keluarganya.

  • Yang terpenting adalah penanganan korban psikopat. Penanganan korban psikopat seringkali harus mengalami proses penyembuhan yang panjang dan sulit. Umumnya mereka jatuh dalam trauma yang mendalam. Jadi, tak perlu membuang waktu untuk mengubah Psikopat.

  • Di beberapa negara timbul reaksi di masyarakat akibat ketidaktahuan tentang penyembuhan psikopat. Masyarakat mencoba melindungi diri melalui Undang-Undang. Di Belanda, UU Anti Psikopat diluncurkan dua kali (Abad XX dan di tahun 2002). Demikian pula di AS, hukum anti psikopat dimulai tahu 1930-an yang ditujukan pada Sex Offenders. (Granlund, 2005; Quinn, Forsyth & Mullen-Quinn, 2004).

  1. Hasil Browsing 3 :

  • Orang tua ataupun orang terdekat harus lebih dekat dengan anak, baik itu dengan cara memberi perhatian yang cukup, memberikan kasih sayang, mencoba untuk berbicara atau berkomunikasi dengan anak, karena dengan kasih sayang anak tersebut dapat menceritakan apa saja yang ada dalam pikirannya. Jangan terlalu keras dengannya ataupun menyudutkannya, bersikap lah kita tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi pada dirinya saat ini, karena apabila anak tersebut mengetahui maka ia akan merasa dimanfaatkan. Hal itu dapat mempersulit kita untuk mendeteksi apa yang terjadi dalam dirinya.

  • Tapi bukan berarti terlalu memanjakan. Cobalah selalu memberi pengertian yang baik padanya tanpa harus menggunakan kekerasan. Apabila hal tersebut dilakukan secara terus menerus dapat meredam gejala psikopat yang dimiliki untuk tidak berlanjut ke tahap yang lebih parah.

  1. Hasil Browsing 4 :

  • Secara umum, psikopat dapat disembuhkan tapi sangat susah apalagi perbuatan yang di lakukan sudah berulang-ulang kali dan dilakukan dengan hal-hal yang ekstrim. Di luar negri (eks: Amerika) para psikopat tidak di hukum mati karena Negara mereka sudah mempunyai undang-undang psikopati, Mereka ditempatkan pada asil psikopat (asylum = tempat mirip penjara, khusus untuk perawatan psikopat) dan merupakan orang-orang yang berdasarkan keputusan hakim diserahkan pada negara dan kepada mereka diberikan pengobatan psikiatri. Tapi karena di Indonesia belum ada, Tidak ada cara lain selain menghukum mati atau isolasi yang ketat seumur hidupnya, Karena tidak boleh di lepaskan begitu saja. Karena dapat berakibat fatal.

  1. Hasil Browsing 5 :

  • Pada dasarnya, psikopat tidak bisa diterapi secara sempurna tetapi hanya bisa terobservasi dan terdeteksi. Untuk tahap pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalan non obat seperti konseling. Namun melihat kompleksitas masalahnya, terapi psikopat bisa dikatakan sulit bahkan tidak mungkin. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, memberikan terapi pada korbannya, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat jangan berubah menjadi kriminal.

  • Psikopat salah satu perilaku menyimpang yang banyak ditakuti masyarakat sebenarnya selama ini banyak terdapat disekitar kita. Sekitar 1 dari 100 orang di dalam masyarakat adalah psikopat. Hampir seperlimanya akan berperilaku kriminal seperti pembunuh, pemerkosa, koruptor, pemabuk, atau penjudi. Mungkin salah satunya akan berpotensi menjadi “monster penjagal manusia”. Bila deteksi dini gangguan perilaku pada anak dan pendekatan lingkungan dilakukan dengan baik, maka idealnya psikopat tidak akan berubah menjadi kriminal.

Admin kasih bonusaaaaaan!!! ^O^

BEBERAPA JUDUL FILM YANG MENGISAHKAN CERITA TENTANG PSIKOPAT :

The American Friend, American Psycho, The Bad Seed, Basic Instinct & Basic Instinct 2, The Birth of a Nation, Black House, Black Widow, Brighton Rock & Brighton Rock versi 2010, Brussels By Night, A Clockwork Orange, Deathtrap, The Devil’s Rejects, Dharma Yuddham, Dirty Harry, Disturbia, The Good Son, The Green Mile, Halloween, The Hand That Rocks the Cradle, The Killer Inside Me & The Killer Inside Me versi 2010, A Kiss Before Dying & A Kiss Before Dying versi 1991, The Last House on the Left, Moodu Pani, My Apocalypse, Night Must Fall & Night Must Fall versi 1964, No Country for Old Men, Pretty Poison, Psikopat, Psychopath & Psychopath versi 1968, The Psychopath, Purple Noon, Ripley Under Ground, Ripley’s Game, Romeo Is Bleeding, Santa Sangre, Schindler’s List, Seven Psychopaths, Sigappu Rojakkal, Stoker, The Talented Mr. Ripley, Training Day, We Need to Talk About Kevin, White Heat, The Young Poisoner’s Handbook.

BERIKUT INI ADALAH PARA PSIKOPAT TERSADIS DI DUNIA :

Ted Bundy (Theodore Robert Bundy), Richard “The IceMan” Kuklinski, Harrold Shipman, David Richard Berkowitz, Jack The Ripper, Jefery Dahmer, Luis Alfredo Garavito Cubillos, Robert William “Willie” Pickton, Elizabeth Bathory, Gilles De Rais.

CONTOH KASUS PSIKOPATI :

POSTUR tubuhnya tinggi besar dan atletis. Wajahnya ganteng. Kepercayaan dirinya begitu besar. Pemegang sabuk hitam salah satu aliran bela diri ini juga tak merasa takut dan ragu untuk bertindak.

Dialah MG, seorang polisi berpangkat inspektur satu di Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.

Prestasi MG tergolong bagus. Pria kelahiran Medan, 1966, ini masuk dinas kepolisian di Polda Sumatera Utara pada 1986. Setahun kemudian, ia ditempatkan di Kepolisian Kota Besar Medan.

Setelah menjalani mutasi di berbagai tempat, ia dilantik menjadi Kepala Urusan Sabhara Kepolisian Resor Kerinci, Jambi, 1999. Setelah itu, sejumlah kepala satuan di beberapa satuan di Polda Jambi pernah disandangnya hingga 2004.

Tapi tak sedikit pun orang percaya bahwa MG menjadi tersangka kasus pembunuhan sedikitnya tujuh korban. Semua korbannya dihabisi secara sadis dalam rentang waktu berbeda. Ditembak dan sebagian di antaranya dibakar. Seluruh identitas korban dilenyapkan. MG tergolong rapi dalam merencanakan dan merahasiakan kejahatannya yang digarap sejak 2002.

Petualangannya berakhir setelah mayat MT ditemukan pada Maret tahun lalu. Sudah dua tahun jasad salah satu istri MG itu terkubur. Orangtua MT percaya pada omongan MG bahwa MT tengah ikut kursus kecantikan di Jakarta. Berkat temuan mayat itu, terungkaplah nasib para korban pembunuh berseri yang kini tengah menanti vonis hakim itu.

**********

Ilustrasi diatas merupakan kisah nyata salah satu pengidap psikopati. Menurut pengamatan psikolog dari Universitas Indonesia, Sartono MukadisSaya menilainya sebagai orang awam yang mengerti psikologi,” ujarnya. Menurut Sartono, perilaku MG cocok dengan 20 kriteria psikopat yang disusun ahli psikopati dunia, Robert D. Hare.

Sekian untuk part penyebab dan penanganan psycopath, tunggu post selanjutnya!! ^^ (Gimana bonusnya? mantab, kan??)

Don’t forget to comment and share! And, Have A Nice Trip!!

ANYTHING ABOUT PSYCOPATH 2, Diagnosa dan Cara Test Psycopath

Lanjutan dari post sebelumnya…..

CARA DIAGNOSA PSIKOPAT

  1. Hasil Browsing 1 :

  • Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.

  • Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.

  • Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.

  • Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

  • Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

  • Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya memeliki pengetahuan yang luas.

  • Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi anak tersebut psikopat.

  1. Hasil Browsing 2 :

  • Pengecekan yang dilakukan pada kesehatan tubuh dan otak pasien, lewat brain scanning, EEG, MRI, roentgen, dan general chek up. penelitian ini sudah pernah dilakukan pada tahun 1995 yang dilakukan oleh Komeng Santoso (Curup) yang menyatakan bahwa ditemukannya kelainan pada bagian prefrontal cortex (orbitofrontal – ventromedial), lobus temperalis, lapisan otak di arah pelipis kiri dan kanan, yang mempengaruhi kemampuan mengikuti aturan sosial dan etika.

  • Wawancara yang menggunakan DSM-IV (the american psychiatric association diagnostik and statistical manual of mental disorder versi IV).

  • Dapat melakukan psikotes, pada umumnya psikopat memiliki IQ yang tinggi. Tes dapat dilakukan dengan MMPI (Minnesota Multi Phasic Personality Inventory).

  • Dilakukan penanganan medis.

  1. Hasil Browsing 3 :

  • MMPL (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) adalah metode yag selama ini digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan jiwa secara umum, termasuk psikopat. Namun MMPL masih mempunyai kelemahan. Tidak sulit bagi seorang psikopat yang cerdas untuk merekayasa laporan dan berbohong. Akhirnya dikembangkan Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R), untuk penilaian secara valid dan benar tentang psikopat. PCL-R merupakan metode yang sudah dilengkapi dasar-dasar interview semi-struktural dengan seseorang yang dicurigai sebagai psikopat, bersama-sama diolah dengan berbagai informasi tentang orang tersebut. Penilaian ditentukan dengan skala, mulai dari 0 artinya tidak ada insikasi psikopat hingga 2 yang artinya seseorang positif memiliki karakter psikopat. Total skor adalah 40, dan seseorang didiagnosa psikopat jika dia memiliki skor antara 30 hingga 40. Pada beberapa kasus, skor 25 juga sudah dikategorikan psikopat.

  • Terdapat sekitar 20 kriteria dalam PCL-R dalam menegakkan diagnosis psikopat. Di antaranya sebagai berikut : persuasif dan memesona di permukaan, menghargai diri yang berlebihan, butuh stimulasi atau gampang bosan, pembohong yang patologis, menipu dan manipulatif, kurang rasa bersalah dan berdosa, emosi dangkal, kasar dan kurang empati, hidup seperti parasit, buruknya pengendalian perilaku, longgarnya perilaku seksual, masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun), tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis, impulsif, tidak bertanggung jawab atas kewajiban, tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri, pernikahan jangka pendek yang berulang, kenakalan remaja, melanggar norma dan keragaman kriminal.

  • Alat diagnosis lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide, Rorschach, ToM (Theory of Mind), SCT (Sentence Completion Test) dan NEO PIR.

  1. Hasil Browsing 4 :

  • Kesulitan metodologis dalam penelitian tentang Psikopat, terutama datang dari terbatasnya kasus yang tersedia. Karena itu beberapa penelitian hanya didasarkan pada satu kasus saja (Hare, 1993; Litman, 2004; Bauchard, 2002). Beberapa penelitian lain terbatas pada sampel tertentu yang bias, seperti Narapidana, hanya bisa dilakukan terhadap topik-topik yang lebih umum dan bisa menggunakan responden umum seperti studi komparatif (N orang dengan indikasi Psikopat berdasarkan DSM IV = 89, N kontrol = 20) (Dolan & Fullam, 2004), atau studi simulasi (N mahasiswa S1 = 174) (Guy & Edens, 2003).

  • Walaupun tidak dapat menentukan penyebabnya, saat ini terdapat alat yang baik untuk mendiferensiasi antara orang-orang dengan gejala psikopat dengan yang tidak, yaitu Psychopath Check List – Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh Prof.Robert Hare yang terdiri atas 20 kuesioner yang memiliki skor 0-2 di setiap pertanyaan.

  • Indonesia saat ini menggunakan Tes Minessota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) untuk mendeteksi kepribadian psikopat ini yang didalamnya terdapat skala klinis, Skala isi, dan Skala penunjang. Pada awalnya tes MMPI-2 digunakan dalam pelayanan kesehatan jiwa, kemudian meluas ke kalangan militer dan pemerintahan sebagai bagian dari seleksi dan rekruitmen calon pegawai, pejabat (Legislatif & Eksekutif), termasuk calon presiden dan wakilnya.

  • Alat ukur lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide (Helfgott, 2004), Rorschach (Cunliffe & Gacono, 2005), ToM (Theory of Mind) (Dolan & Fullam, 2004; Ritchell, et al. 2003), SCT (Sentence Completion Test) (Endres, 2004), dan NEO PIR (Miller & Lynam, 2003).

SOAL TEST PSIKOPAT

  1. Cara Test 1, Metode 4 Pertanyaan :

  • PERTANYAAN 1

Ada seorang anak yang mendapat hadiah ulang tahun berupa sepeda dan sepatu bola (sepatu bola sepak). Namun dia membencinya. Kenapa?

JAWABAN VERSI NORMAL

Mungkin ada yang menjawab kalo anak itu adalah perempuan atau lebih simpel lagi karena anak itu memang nggak suka sepeda dan sepak bola.

Namun jawaban versi psikopat itu sangatlah disturbing.

JAWABAN VERSI PSIKOPAT

Karena anak itu tak punya kaki (cacat).

  • PERTANYAAN 2 

Ada dua orang wanita bersaudara, Bertha dan Martha. Suatu hari ibu mereka meninggal dan pada hari pemakamannya, Bertha melihat sesosok pria yang sangat tampan. Bertha langsung jatuh cinta pada pemuda itu. Namun Bertha tak berhasil menemukannya karena tak tahu siapa dia sebenarnya. Nah, pada suatu hari Bertha membunuh saudarinya, Martha. Kenapa?

JAWABAN VERSI NORMAL

Mungkin kalian menjawab kalau dua wanita ini mencintai lelaki yang sama (terlibat cinta segitiga) atau Bertha cemburu pada Martha.

Jawaban versi psikopat sangatlah mengerikan.

JAWABAN VERSI PSIKOPAT

Agar Bertha bisa bertemu lagi dengan pemuda itu di pemakaman saudarinya.
Kar
ena seorang Psikopat, dia memikirkan untuk kedepanya, makanya dia membuat skenario membunuh saudarinya, dan berfikir siapa tahu dia akan bertemu lagi dengan sang pria itu.

  • PERTANYAAN 3

Agan menginap di lantai 10 sebuah hotel. Suatu malam agan melongok dari balkon dan melihat seorang pembunuh menghabisi korbannya. Sang pembunuh tak sengaja meliha agan. Dari atas agan bisa melihat ia mendekatkan jarinya ke wajahnya dan membuat gesture (gerakan tubuh). Apa yang ia lakukan?

JAWABAN VERSI NORMAL

Si pembunuh mendekatkan jarinya ke bibirnya, mengisyaratkan agar kamu tutup mulut dan tidak mengatakan apapun ke polisi.

Jawaban berisi psikopat sangat disturbing, lebih baik kamu tidak membacanya.

JAWABAN VERSI PSIKOPAT

Ia sedang menghitung di lantai mana kamu tinggal supaya bisa membunuhmu juga.

  • PERTANYAAN 4

Andaikan kau harus membunuh seseorang dan ia sedang bersembunyi di dalam lemari, apa yang akan kau lakukan?

JAWABAN VERSI NORMAL

Mungkin kamu akan menolak menjawabnya karena kamu merasa takkan mampu membunuh siapapun saat ditanya soal seperti itu (atau mungkin kamu berpikir jika kamu menjawab pertanyaan ini berarti kamu psikopat). Namun kebanyakan orang jika mendengar pertanyaan ini karena “harus” maka jawaban yang langsung tercetus adalah: membuka lemari lalu membunuh orang itu. Tak apa-apa, jika kalian menjawab seperti itu, kalian masih digolongkan normal kok, bukan psikopat.
Agan mengunci itu korban
(udah males lg ngurus), ngebakar itu korban, Normal gan .. karena agan punya sedikit rasa seneng sang korban cepet mati, “mampus lu,mati lu,dsb… betul?

Sebab jawaban versi psikopat jauh lebih menakutkan.

JAWABAN VERSI PSIKOPAT

Menunggu hingga orang itu keluar dari lemari, baru membunuhnya.

*kalian bisa bayangkan sendiri gimananya*

Seorang Psikopat akan membunuh sang korban mati secara pelan pelan dan membuat korban mendapatkan sesuatu ketakutan yang parah terlebih dahulu ..

Karena seorang psikopat itu menginginkan seseorang yang dia akan bunuh itu mengalami hal yang membuat sang korban sangat ketakutan dan sang psikopat membuat rencana untuk membuat sang korban mati secara pelan-pelan .. itulah psikopat sang pembunuh dengan skenario2 gilanya .

  1. Cara Test 2, Metode Soal Cerita :

  • Beberapa hari yang lalu, Aku diajak temanku untuk makan malam dirumahnya. Hal yang menurutku aneh adalah, baru-baru ini kabarnya ia terlibat pada sebuah ajaran agama yang aneh. Sesampainya aku di sana, dia menyuguhiku berbagai macam daging, tetapi ia tidak memberitahuku daging apa itu. Itu sedikit membuatku ragu. Aku mengira bahwa itu adalah daging manusia, tetapi setelah Aku memakannya, aku langsung menyadari bahwa itu bukanlah daging manusia.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Aku mengira bahwa itu adalah daging manusia, tetapi setelah Aku memakannya, aku langsung menyadari bahwa itu bukanlah daging manusia  dari mana dia bisa tahu rasanya daging manusia itu seperti apa?

  • Akhir-akhir ini Aku mendapati bahwa anakku memiliki kemampuan aneh. Ia memiliki kebiasaan mengacungkan jarinya pada wajah seseorang sewaktu-waktu. Suamiku dan Aku menyadari bahwa jika anakku mengacungkan jarinya pada wajah seseorang seperti itu, berarti orang tersebut akan meninggal tiga hari kemudian. Tahun lalu ia mengacungkan jarinya pada kakeknya, dan pada tiga hari kemudian kakeknya meninggal karena serangan jantung. Beberapa bulan yang lalu, dia mengacungkan jarinya pada aktris terkenal yang ada di majalah. Tiga hari kemudian aktris tersebut meninggal dalam kecelakaan mobil. Hari ini, ketika Aku akan menyalakan televisi, anakku mengacungkan jarinya tepat ke arah layar. Ketika kunyalakan televisinya, terlihat di layar bahwa Presiden sedang menyampaikan pidatonya. Aku tidak percaya bahwa Presiden akan meninggal pada tiga hari ke depan, tetapi prediksi anakku memang tidak pernah meleset.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Yang ditunjuk oleh si anak sebenarnya bukan sang Presiden, tetapi pantulan orang yang sedang akan menyalakan televisinya, yaitu ibunya.

Keadaan televisi belum dinyalakan saat anaknya menunjuk ke layar. Bayangan si “Aku” alias ibunya terpantul di layar televisi, makannya anaknya nunjuk ke arah televisi itu. Si “Aku” lah yang akan mati tiga hari berikutnya, bukan si Presiden.

  • Aku sangat ketakutan semalam, setelah Aku membaca cerita yang sangat menakutkan pada suatu website. Yang lebih parah lagi Aku sendirian di rumah karena orangtuaku pergi ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu di kamarku dan pada seluruh koridor yang menuntunku menuju kamar mandi, itu membuatku merasa lebih baik. Satu-satunya hal yang menakutkanku adalah ketika Aku selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu kamarku, dan pada saat bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku dan membuat suara gaduh di dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku terkaget-kaget.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Si “kucing” iseng sekali mematikan lampu kamarnya.

Aku menyalakan lampu di kamarku  ini sebelum mandi

Aku menyalakan lampu kamarku  setelah mandi

Berarti ada yang sempat mematikan lampu di kamarnya. Si “kucing” dalam cerita ini bisa jadi merupakan perampok atau pembunuh atau lebih horror lagi, hantu, yang mematikan lampu kamarnya itu.

  • Pada suatu malam Aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di sebuah rumah tua dimana dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar si pembunuh menjagal orang-orang ini”, kata salah satu temanku. “Pasti arwah mereka benar-benar marah”

Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal”, sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas”.

Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja?? Kalian tahu betapa takutnya Aku terhadap hantu”.

Pintu depanpun kami buka. Kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, Aku bertanya kepada temanku.

Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”

Aku tidak”.

Aku juga tidak”.

Aku tidak melihat apapun”.

Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, Aku merasa lega…

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Hantunya ikut-ikutan menjawab pertanyaan sang “Aku”.

Mereka datang bertiga (“Aku”, dan dua orang teman si “Aku”), tapi di bagian akhir ada tiga orang yang menjawab pertanyaan si “Aku”. Berarti ada empat orang (bertambah satu orang lagi) yang keluar dari ruangan bawah tanah itu.

Orang ketiga yang menjawab, “Aku tidak melihat apapun” itu sebenarnya adalah hantu sang suami yang dicolok matanya oleh sang pembunuh, itu sebabnya dia tidak bisa melihat apapun.

  • Aku hidup di Osaka, Jepang dan sering menggunakan kereta bawah tanah untuk pergi bekerja pada pagi hari. Pada suatu hari, ketika Aku sedang menunggu kereta, Aku memperhatikan seorang pengemis berdiri pada sudut stasiun, bergumam pada dirinya sendiri ketika orang-orang melintas di depannya. Dia menggenggam sebuah mangkuk sambil mengharap belas kasihan orang lain.

Seorang wanita gendut melintas di depannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi”. Wow, Aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?

Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas di depannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia” Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.

Keesokan harinya, Aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri di dekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi” Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.

Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis berkata, “Kentang”. Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”? Pada hari itu, saat bekerja, Aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, Aku sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.

Suatu hari rasa ingin tahuku sudah tidak tertahankan lagi, dan Aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas di depannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan, “Roti”. Aku meberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik. Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku”. Aku tertawa karena Aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum Aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Si pengemis mempunyai kemampuan bisa mengetahui sesuatu yang terakhir kali dimakan oleh seseorang. Ada sebuah saat dimana sang pengemis berkata “Manusia” pada seorang karyawan berbaju rapi yang melintas di depannya.

  • Pada suatu malam istriku diserang oleh seorang perampok ketika Aku sedang dalam perjalanan pulang sehabis lelah bekerja. Istriku menusuk perampok tersebut dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya. Setelah menyelidiki kasus penusukan tersebut, polisi menyatakan bahwa itu adalah perlindungan diri yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika Aku akan menjemputnya dari kantor polisi, dia mengatakan, “Ketika aku mendengar bel pintu kupikir itu adalah kamu, tetapi ternyata adalah perampok bertopeng yang langsung masuk segera setelah aku membuka pintu!” Sambil memeluknya dengan erat, Aku mengatakan, “Kau pasti sangat ketakutan, paling tidak sekarang kau aman”.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Yang tidak aman itu sebenarnya si suaminya itu sendiri.

Sang istri membawa-bawa pisau, tetapi dia tidak menceritakan kalau dia sedang memasak.

Ketika aku mendengar bel pintu, kupikir itu adalah kamu”  berarti sang istri sudah menunggu kepulangan sang suami. Sang istri memang berniat membunuh suaminya dari awal.

  • Beberapa hari yang lalu pacarku mengirimiku e-mail dengan sebuah video sebagai lampirannya. Ketika kutonton video tersebut, Aku dibuatnya takut. Video tersebut menayangkan bagaimana pacarku melakukan bunuh diri, diawali dengan dia mengikatkan tali di sekitar lehernya dan melompat dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang aneh seperti itu?? Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena alasan tertentu Aku tidak mau hadir, tapi Aku sangat menyesali kepergiannya.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Pacarnya masih bisa mengirim e-mail setelah membuat video itu.

Si “Aku” sebenarnya adalah yang merekam video itu.

Si “Aku” kirim video hasil rekaman pacarnya bunuh diri itu melalui e-mail pacarnya menuju ke e-mail si “Aku” sendiri.

Si “Aku” tidak mau hadir ke upacara pemakamannya karena alasan tertentu  alasan itu adalah karena si “Aku” yang merekam video bunuh diri si pacar tersebut.

Atau versi lainnya yang lebih horror, si pacar sudah jadi hantu dan kemudian mengirimkan video itu ke e-mail “Aku”.

  • Aku telah bebas dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, Aku telah membunuh empat orang, dan Aku juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka membebaskanku adalah karena mereka mengatakan bahwa Aku telah sembuh. Ayah dan ibuku tidak bekerja, mereka menghabiskan waktunya duduk di ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku berdiam diri di kamarnya sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah. Sebelum Aku masuk penjara, Aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap waktu. Sekarang ia hanya tidur di depan televisi. Tak seorangpun dalam keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat makanan sendiri dan mulai mencari pekerjaan.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas (ngomong-ngomong, ini adalah jawaban versi Saya) :

Si “Aku” membunuh 4 orang anggota keluarganya sendiri. Ayah, ibu, kakak perempuan dan adik laki-lakinya itu sebenarnya adalah mayat.

Tapi seharusnya, kalau si “Aku” sudah berada di penjara selama seminggu, seharusnya mayat-mayat tersebut sudah tidak ada lagi di sana karena pemindahan oleh pihak yang berwenang, jadi mungkin orang-orang yang dia lihat itu adalah hantu.

Yang lebih aneh lagi, bagaimana seorang pembunuh hanya dipenjara selama seminggu?

  • Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras, tetapi Saya mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar Saya. Saya berharap dapat berterima kasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama kami lagi. RIP Jacob.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Berkat Jacob, nilai tes otopsinya bisa sempurna  si “Saya” telah membunuh dan mengotopsi teman sekamarnya sendiri (si Jacob)?

  • Pada akhir perang di Irak, seorang tentara Amerika menelpon kedua orangtuanya di kampung halamannya. “Hai Ayah dan Ibu”, kata tentara tersebut. “Mereka akan mengirimku pulang dalam beberapa hari. Ketika Aku pulang nanti, mau kan kalian mengurusku hanya untuk beberapa saat saja?”

Orangtuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”.

Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah”, kata ibunya.

Tetapi ada yang harus kalian ketahui”, kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak ladang ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya”.

Setelah berdiam cukup lama ibunya mengatakan, “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang”.

Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.

Keesokan harinya, orangtuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orangtuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orangtuanya. Ketika orangtua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.

Yang janggal Kesimpulan sesungguhnya dari cerita/ pernyataan di atas :

Anaknya telah kehilangan tangan dan kakinya karena menginjak ranjau  dia menceritakan bahwa temannyalah yang menginjak ladang ranjau saat sedang berperang dan mengatakan bahwa dia telah kehilangan kedua tangan dan kakinya untuk mengetes respon kedua orangtuanya.

Sebenarnya si anak ingin memberitahu kabar buruk ke kedua orangtuanya mengenai kondisinya, akan tetapi ketika mendengar perkataan orangtuanya yang mengatakan tidak bersedia untuk menerima orang cacat, dia menjadi merasa bahwa dia hanya akan menjadi beban saja. Sakit hati mendengar jawaban orangtuanya, mungkin si anak bunuh diri.

  • Malam ini sedang hujan deras sekali. Ketika kami sampai pada suatu tempat, Aku menghentikan mobilku di depan sebuah terowongan. Temanku dan Aku pernah mendengar rumor dan legenda bahwa terowongan ini berhantu. Mereka mengatakan ketika mengendarai mobil dan melintasi terowongan ini pada malam hari, hal yang aneh akan terjadi. Kami kemari untuk mengetes keberanian kami dan memastikan bahwa rumor tersebut benar. Terowongan ini letakknya sangat terpencil dan tidak banyak kendaraan yang melintas. Suasana angker dan menyeramkan langsung kami rasakan begitu memasuki terowongan ini. Aku menjalankan mobil dengan pelan, berharap sesuatu yang aneh benar-benar terjadi. Tetapi ketika kami mencapai ujung terowongan kami tidak melihat sesuatu apapun yang mengerikan.

Aku dan temanku kecewa. “Ayo kita melintas lagi”, kataku. Teman-temanku setuju dan Aku memutar mobilku saat di ujung terowongan.

Sekali lagi, kami tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman”. Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan. Dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami.

Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat ke belakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya, “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu??!” Lalu ia berkata, “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” tanyaku.

Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan, “Hujan, suara hujan…”.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Hujan? Di dalam terowongan?

  • Pada suatu hari ketika Aku berumur 6 tahun, adik perempuanku tidak pernah berhenti menangis, dan itu sangat menggangguku. Jadi Aku bunuh adikku dan kulempar mayatnya ke dalam sumur tua yang sudah tidak ada airnya. Keesokan harinya ketika Aku menengok ke dalam sumur tersebut, mayatnya menghilang.

Ketika Aku berumur 12 tahun. Aku sedang berdebat dengan teman baikku mengenai masalah yang sepele. Dia membuatku marah, jadi kubunuh saja dia dan kulempar mayatnya ke dalam sumur tua itu. Keesokan harinya, ketika aku memeriksa sumur tersebut, mayatnya menghilang.

Ketika Aku berumur 17 tahun, pacarku hamil, dan Aku tidak ingin menjadi seorang ayah, jadi kubunuh dia dan kulempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika Aku melihat ke dalam sumur, mayatnya menghilang.

Ketika Aku berumur 25 tahun, Aku bekerja pada sebuah kantor dan bosku sangat kasar terhadapku. Aku sudah tidak tahan lagi, jadi kubunuh dia dan kulempar mayatnya ke dalam sumur… keesokan harinya, mayatnya menghilang.

Ketika Aku berumur 34 tahun, ibuku sakit dan berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. Aku tidak mau mengurusnya, jadi kubunuh ibuku dan kulempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika Aku melihat ke dalam sumur, mayatnya masih berada di sana. Aku selalu memeriksa ke dalam sumur itu setiap hari tetapi mayat ibuku tidak pernah menghilang.

Yang janggal Kesimpulan sesungguhnya dari cerita/ pernyataan di atas :

Kasih ibu sangat besar terhadap anaknya.

Si ibu sebenarnya tahu kalau anaknya pernah membunuh orang. Si ibu lah yang selalu membersihkan mayat yang dibuang anaknya ke dalam sumur (mungkin untuk melindungi si anak).

Mayat terakhir adalah mayat si ibu, oleh karena itu tidak ada yang bisa membersihkan mayatnya lagi…

  • Seorang gadis bernama Lily bercerita kepada teman-temannya kalau ia memiliki rahasia gelap yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Orangtuanya telah dibunuh ketika ia berusia 15 tahun. Ia mengatakan bahwa kakak laki-lakinya menggila dan menusuk ayah dan ibunya hingga tewas.

Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya”, kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”

Dia langsung dibekuk polisi”, kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera dieksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya Aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila, bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup seperti biasa lagi”.

Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya.

Tidak pernah”, sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat Aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh ayah dan ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai”.

Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu”, kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi Aku kenal dengan seorang peramal. Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumu mencari jawaban tersebut”.

Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk di kursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.

Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan”, bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan,

Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar”. “Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orangtuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang”, jawab sang peramal. Tiba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

???

  • Aku benar-benar merindukan kakak perempuanku. Aku berumur 8 tahun dan kakakku 12 tahun. Aku hidup dalam keluarga yang sangat miskin, Aku dan kakakku selalu mengenakan baju yang sama setiap harinya dan teman-teman sekolah kami selalu mengejek kami setiap waktu. Tahun lalu kakakku melarikan diri dari rumah. Walaupun kami selalu berbagi tempat tidur, dia tidak pernah mengatakan padaku bahwa dia akan melarikan diri. Jika Aku mengetahuinya, Aku mungkin akan memintanya untuk membawaku pergi bersamanya. Ketika Aku bangun pada pagi harinya, ibuku mengatakan padaku bahwa kakakku menghilang. Orangtuaku telah mencarinya di manapun namun tidak berhasil menemukannya.

Tidak lama setelah itu, ibuku mengatakan padaku bahwa ia menang lotre. Ayahku mengatakan bahwa ia menemukan tiket itu di tempat pembuangan sampah. Ketika Aku melihat semua uang yang ada di dalam koper, Aku berpikir bahwa semua masalah kemiskinan yang kami hadapi akan berakhir. Ternyata Aku salah, orangtuaku sesegera mungkin pergi ke pasar swalayan. Ayahku membeli mobil baru dan sebuah televisi yang besar. Ibuku membeli pakaian baru dan banyak perhiasan. Akan tetapi mereka tidak membelikan Aku apapun.

Apa yang terjadi ketika semua uang habis?” tanyaku kepada mereka.

Tidak perlu cemas”, sahut ibuku. “Kami masih memilikimu”.

Aku rasa mereka benar-benar masih menyayangiku bukan?

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Orangtuanya telah menjual kakak anak tersebut, dan akan menjualnya juga kelak jika uangnya telah habis.

  • Malam itu Nia mendengar berita yang mengejutkan. Salah seorang kakak laki-lakinya, Ronald, meninggal dunia karena kecelakaan. Mobil yang dikendarainya bersama saudara kembarnya, Billy, menabrak pohon. Billy hidup, namun Ronald tidak bisa diselamatkan nyawanya.

Pemakaman diselenggarakan pada keesokan harinya. Semua keluarga yang menghadiri pemakaman itu tampak sangat sedih, terlebih Billy. Sebagai sepasang saudara kembar, tentu mereka sangatlah dekat. Dari kejauhan, Nia melihat seorang pria sedang mencoba menghibur Billy. Pria itu, menurut Nia, sungguhlah tampan, tetapi dia tidak mengenal siapa pria itu. Ia hanya bisa mengasumsikan bahwa pria itu adalah sahabat baik Billy dan Ronald. Ketika pemakaman selesai, Nia mencari-cari pria itu, ingin berkenalan. Tetapi ternyata pria itu sudah hilang, barangkali pulang. Agak menyesal karena tidak sempat berkenalan dengan pria tampan tersebut, Nia akhirnya mengkuti keluarganya ke mobil. Seminggu kemudian, Billy meninggal dunia karena keracunan makanan.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Sebenarnya ini tes psikopat yang tidak berbeda dengan ini, cuma pemerannya utamanya saja yang diubah:

Nia berasumsi kalau pria tampan itu merupakan teman Ronald dan Billy. Nia jatuh cinta dengan pria tersebut, ingin berkenalan tapi tidak berhasil bertemu. Nia meracuni Billy, dengan harapan supaya pria itu bisa datang lagi ke pemakaman si Billy (karena Nia berasumsi kalau pria itu adalah teman Ronald dan Billy).

  • Aku berada di sebuah stasiun, duduk di bangku dan menunggu kedatangan kereta. Tak lama kemudian, seorang wanita yang sedang menggendong bayi di dadanya duduk di sebelahku. Aku melihat ke wajah bayi yang manis itu. Wanita itu menyadari Aku melihat bayinya dan tersenyum kepadaku.

Bayi Anda imut sekali”, kataku.

Dia tertawa dan menjawab, “Ini bukan bayi, tapi tas”.

Dia memutar bayi itu, melepas pakaian pada bayi itu dan menunjukkan risletting di perut bayi itu.

Aku baru tersadar bahwa mata bayi itu terlihat seperti terbuat dari kaca.

Wow”, kataku. “Itu tampak sangat realistis!”

Ya, aku tahu itu”, dia menjawab dengan seyuman. “Membutuhkan kerja keras untuk membuat ini. Ini juga menyita banyak waktu. Tapi itu tidak mengapa bagiku, karena aku benci untuk membuang benda sia-sia. Aku suka daur ulang”.

Kemudian kereta berhenti. Diapun berdiri dan menaiki kereta tersebut. Aku sangat ingin menaiki kereta yang sama dengannya, tapi itu bukan kereta ke tempat yang kutuju. Lalu Aku duduk kaku dan melihat kereta pergi menjauh.

Yang janggal dari cerita/ pernyataan di atas :

Wanita itu benci membuang benda yang tidak berguna, dan lebih suka daur ulang  Tas bayi tersebut sebenarnya merupakan bayi manusia asli yang diubah menjadi tas oleh wanita itu.

  1. Cara Test 3, Metode Cheklist Poin :

  • Tandai skor yang paling sesuai di setiap pernyataan. 

3 : sangat setuju, 

2 : setuju, 

1 : tidak setuju,

0 : sangat tidak setuju.

Jumlahkan seluruh skor, lalu cocokkan dengan keterangan di bawah. 

  1. Saya jarang membuat perencanaan. Saya lebih suka segalanya serba spontan dan mendadak. (0 1 2 3)

  2. Menyelingkuhi pasangan boleh-boleh saja asal tidak ketahuan. (0 1 2 3)

  3. Jika mendadak ada hal yang lebih baik maka tidak ada salahnya untuk membatalkan kesepakatan terdahulu. (0 1 2 3)

  4. Melihat hewan terluka atau kesakitan tidak membuat saya merasa terusik sedikitpun. (0 1 2 3)

  5. Berkendara dengan kecepatan tinggi, naik roller coaster serta terjun payung sangat menarik bagi saya. (0 1 2 3)

  6. Tidak masalah untuk melangkahi seseorang demi mendapatkan apa yang saya inginkan. (0 1 2 3)

  7. Saya pintar membujuk dan memiliki kemampuan khusus agar orang mau melakukan kemauan saya. (0 1 2 3)

  8. Saya cocok melakukan tugas berbahaya karena mampu membuat keputusan dengan sangat cepat. (0 1 2 3)

  9. Bagi saya sangat mudah untuk bertahan dalam sebuah situasi, ketika orang lain mulai merasa sangat tertekan. (0 1 2 3)

  10. Jika saya bisa melawan seseorang, berarti orang itu memang pantas menerimanya. (0 1 2 3)

Jumlahkan skor dari hasil test Anda !

Kecenderungan psikopat berdasarkan total skor :

0-10 : Rendah.

11-15 : Di bawah rata-rata.

16-20 : Rata-rata.

21-25 : Tinggi.

26-30 : Sangat tinggi.

Walaupun pengujian dari 20 tanda ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli, ada baiknya anda mengecek dulu sebelum menghubungi psikiater terdekat :

  • Saya suka menebar pesona yang artifisial.

  • Saya memiliki kebanggan diri yang berlebihan.

  • Saya sangat sering berbohong.

  • Saya suka memanipulasi orang.

  • Saya jarang merasa bersalah.

  • Saya memiliki afeksi yang rendah.

  • Saya tidak bisa berempati.

  • Saya tidak bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan.

  • Saya mudah bosan.

  • Saya memiliki gaya hidup parasitik.

  • Saya tidak bisa mengendalikan perilaku saya.

  • Saya mulai menunjukkan masalah perilaku.

  • Saya tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis.

  • Saya impulsif.

  • Saya tidak bertanggung jawab.

  • Saya sudah melanggar hukum sejak kecil.

  • Saya melanggar kesepakatan pembebasan bersyarat (???)

  • Saya sangat suka berhubungan seks sembarangan.

  • Kebanyakan pernikahan saya cepat berakhir.

  • Saya suka melakukan perbuatan kriminal.

Jika anda mencentang 15 atau lebih checkbox, kemungkinan anda adalah seorang psikopat. Dalam tes yang sebenarnya ada tiga skor : 0 jika tidak menunjukkan gejala, 1 jika ada pertanda, dan 2 jika menunjukkan gejala. Jika skor diatas 30 maka anda telah menunjukkan perilaku seorang psikopat. Tes ini hanya dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya.

Sekian untuk part diagnosa dan cara test psycopath, tunggu post selanjutnya!! ^^

Don’t forget to comment and share! And, Have A Nice Trip!!

ANYTHING ABOUT PSYCOPATH 1, Pengertian dan Ciri Psycopath

Berhubung akhir-akhir ini admin lagi suka baca tentang “Psycopath”, jadi sekalian aja admin post kesini^^ Have A Nice Trip!!

NB : Semua data admin dapat dari berbagai website yang tidak bisa diingat satu persatu. Jadi, terimakasih pada semua website yang datanya admin cantumkan disini. Sangat mendukung! Admin sangat berterimakasih ^^ !

PENGERTIAN PSIKOPAT

  1. Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/ psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.

    Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, VancouverKanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuhpemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

  1. Psikopat adalah suatu gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Dr. Hervey Cleckley, psikiater yang dianggap salah satu peneliti perintis tentang Psikopat, menulis dalam bukunya “The Mask of Sanity” (1947, dalam Hare, 1993), menggambarkan Psikopat sebagai pribadi yang “likeable, charming, intelligent, alert, impressive, confidence-inspiring, and a great success with the ladies”, tetapi sekaligus juga “irresponsible, self destructive, and the like”. Demikian pula Dr. Robert Hare, dalam bukunya Without Conscience: The disturbing world of the Psychopaths among us“ (1993) masih bergelut dengan isu yang sama, yaitu kepribadian psikopat yang nampaknya baik hati, tetapi sangat merugikan masyarakat. Namun perlu dicatat, bahwa istilah Psikopat, yang sejak 1952 diganti dengan Sosiopat dan dalam DSM II 1968 resmi dinamakan Sosiopat (Ramsland, tanpa tahun) itu, justru tidak bisa ditemukan dalam DSM IV. Yang ada dalam manual baku yang digunakan oleh para psikiater di seluruh Amerika Serikat (dan diacu juga oleh para psikolog klinis dan psikiater dan psikolog di Indonesia) itu adalah 10 jenis Kelainan Kepribadian (Personality Disorders) (American Psychiatric Association, 1994: 629).

  1. Jika ketika Anda mendengar kata Psikopat, maka apakah yang terlintas di dalam benak Anda? Jika yang terlintas dalam benak Anda adalah sosok pembunuh berdarah dingin maka cepat-cepatlah buang pemikiran itu jauh-jauh sekarang, mungkin ada benarnya, namun ternyata belum tentu psikopat adalah seorang pembunuh. Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga antisosial. Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih (narsistis) sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi pembenaran terhadap perilakunya.

CIRI-CIRI PSIKOPAT

  1. Hasil Browsing 1 :

  • Sering berbohong, fasih, dan dangkal.

  • Egosentris dan menganggap dirinya hebat.

  • Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.

  • Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.

  • Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.

  • Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.

  • Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.

  • Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.

  • Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.

  • Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah dingin”.

  • Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

  • Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas ketika dibandingkan dengan anak-anak yang lain.

  • Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya.

  • Merasa paling benar, dan biasanya anggapannya itu memang benar.

  • Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.

  • Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau benar semuanya).

  1. Hasil Browsing 2 :

  • Glibness/ Superficial Charm – menarik yang dibuat-buat.

  • Manipulative and Conning – manipulatif dan licik.

  • Grandiose Sense of Self – memuja diri sendiri terlampau tinggi.

  • Pathological Lying – pendusta patologis.

  • Lack of Remorse, Shame or Guilt – tak punya malu, rasa salah, atau introspeksi diri.

  • Shallow Emotions – emosi yang dangkal.

  • Incapacity for Love – tak mampu mencinta.

  • Need for Stimulation – butuh dirangsang.

  • Callousness/ Lack of Empathy – tak punya rasa empati.

  • Poor Behavioral Controls/ Impulsive Nature – kendali perilaku yang buruk, terlalu impulsif.

  • Early Behavior Problems/ Juvenile Delinquency – masalah masa kecil/ remaja.

  • Irresponsibility/ Unreliability – tak bertanggungjawab, tak bisa dipercaya.

  • Promiscuous Sexual Behavior/ Infidelity – tidak setia, perilaku seksual yang membingungkan.

  • Lack of Realistic Life Plan/ Parasitic Lifestyle – tak memiliki rencana hidup nyata dan perilaku hidup seperti parasit/ benalu.

  • Criminal or Entrepreneurial Versatility – kecenderungan kriminal dan entrepreneurial.

  • Contemptuous of those who seek to understand them – ketus kepada mereka yang tak mau mengerti dirinya.

  • Does not perceive that anything is wrong with them – tak mengakui ada yang salah dengan dirinya.

  • Authoritaria – otoriter.

  • Secretive – tertutup.

  • Paranoid – paranoid.

  • Conventional appearance – penampilan yang konvensional.

  • Goal of enslavement of their victim(s) – punya tujuan memperbudak korbannya.

  • Exercises despotic control over every aspect of the victim’s life – selalu menginginkan kendali absolut dalam setiap aspek kehidupan korbannya.

  • Has an emotional need to justify their crimesmemiliki kebutuhan emosional untuk membolehkan kejahatannya.

  • Ultimate goal is the creation of a willing victim – tujuan utamanya adalah menciptakan kejahatan dengan korban yang pasrah.

  • Incapable of real human attachment to another – tak mampu berhubungan sejati dengan manusia lain.

  • Unable to feel remorse or guilt – tak mampu merasakan rasa salah ataupun memberikan tanggungjawab.

  • Narcissism, grandiosity (self-importance not based on achievments) – narsis, suka pamer.

  • May state readily that their goal is to rule the world – menyatakan bahwa mereka siap menguasai dunia.

  1. Hasil Browsing 3 :

  • Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.

  • Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.

  • Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.

  • Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.

  • Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.

  • Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.

  • Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.

  • Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.

  1. Hasil Browsing 4 :

  • Persuasif dan memesona di permukaan.

  • Menghargai diri yang berlebihan.

  • Butuh stimulasi atau gampang bosan.

  • Pembohong yang patologis.

  • Menipu dan manipulatif.

  • Kurang rasa bersalah dan berdosa.

  • Emosi dangkal.

  • Kasar dan kurang empati.

  • Hidup seperti parasit.

  • Buruknya pengendalian perilaku.

  • Longgarnya perilaku seksual.

  • Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun).

  • Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.

  • Impulsif.

  • Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.

  • Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

  • Pernikahan jangka pendek yang berulang.

  • Kenakalan remaja.

  • Melanggar norma.

  • Keragaman kriminal.

  1. Hasil Browsing 5 :

  • Tidak dapat menerapkan ataupun mematuhi norma-norma sosial dan hukum, hingga ia sering melakukan tindakan kriminal yang tidak terlalu berat atau ringan dan sering di tahan/ masuk penjara.

  • Anak tersebut sangat suka berbohong untuk mendapatkan apa yang dia inginkan/ untuk memenuhi kepuasannya dalam suatu hal. Menggunakan berbagai alasan, pandai mengolah kata-kata, dan pandai menipu untuk memuaskan kesenangannya tersebut.

  • Sangat emosian, mudah tersinggung,tidak mau memikirkan bagaimana untuk mencapai masa depannya kelak. Bila menginginkan sesuatu,harus dipenuhi bahkan kalau tidak anak tersebut akan berontak bahkan dapat melakukan hal-hal yang membahayakan atau pun mengancam.

  • Anak ini tidak mempedulikan keselamatan orang lain bahkan terhadap keselamatan dirinya sendiri saja dia terkadang tidak peduli, asalkan apa yang di inginkannya dapat terpenuhi.

  • Anak-anak ini sering menantang orang untuk berkelahi dengannya hanya untuk melihatkan kepada orang lain kalau dia punya kekuatan atau hebat.

  • Tidak bertanggung jawab dalam melakukan sesuatu hal dan apabila ia melakukan suatu kesalahan ia tidak peduli atau menganggapnya acuh tak acuh saja.

Sekian untuk part pengertian dan ciri psycopath, tunggu post selanjutnya!! ^^

Don’t forget to comment and share! And, Have A Nice Trip!!

all about covering dance.. :)

Kimdaesang2128's Blog

salam,

maaf mungkin message ini menggangu. saia dini. siswi SMA Lab.school, aceh. grade 12.

message ini adalah sebagian dari tugas akhir sekola saia sekaligus dalam rangka membuka grup baru covering dance di sekola saia.

saia sengaja mengirim message ini pada kalian semua, karena saia tau kalian semua mengerti isi message.a..
saia harap oppadeul dan onniedeul mau membantu saia.

ini tentang covering dance..
ada beberapa pertanyaan yang saia harap bisa di jawab^^

1. menurut anda, apa itu covering dance dan jelaskan sedikit perbedaan covering dengan plagiat.

2. pandangan anda tentang covering dance indo dan dunia^^

3. apa sih motivasi anda utk tetep jadi seorg covering dance?

sekian message saia. saia harap oppadeul dan onniedeul berkenan mereplay.a.. ^^

kamsahamnida.. 🙂

*note.. tolong taro nama covering dance.a di akhir message.. ^^

answer from the other…

~

RerRe Marliana September 17 at 7:26am
1. menurut saya…covering dance itu..ya dance…tapi emang beda sama dance2 biasa,,,dimana…

View original post 1,343 more words